Aug 2, 2009

Sistem Ekskresi Pada Manusia

Manusia memiliki organ atau alat-alat ekskresi yang berfungsi membuang zat sisa hasil metabolisme. Zat sisa hasil metabolisme merupakan sisa pembongkaran zat makanan, misalnya: karbondioksida (CO2), air (H20), amonia (NH3), urea dan zat warna empedu.
Yang berupa: Cairan, garam-garam, mineral dan gas.

Organ ekskresi pada mansuia terdiri atas :
  1. Kulit
  2. Paru-paru
  3. Hati
  4. Ginjal
KULIT

Kulit merupakan organ ekskresi karena mengeluarkan zat sisa berupa keringat (terdiri atas air dan garam-garam mineral)

FUNGSI KULIT

Fungsi kulit antara lain sebagai berikut:

-mengeluarkan keringat
- pelindung tubuh
- menyimpan kelebihan lemak
- mengatur suhu tubuh, dan
- tempat pembuatan vitamin D dari pro vitamin D dengan
bantuan sinar matahari yang mengandung ultraviolet

Kulit manusia terdiri atas tiga lapisan :
  • Epidermis terdiri atas kulit ari (tidak terdapat pembuluh darah atau sel-sel syaraf).
  • Kulit jangat (Dermis) terdapat pembuluh darah, sel-sel syaraf dan pigmen kulit. Dermis terdiri atas pembuluh darah sel-sel syaraf, kelenjar keringat, kelenjar minyak, dan syaraf-syaraf lainnya.
  • Jaringan ikat bawah kulit terdiri atas lapisan lemak yang berfungsi untuk melindungi bagian tubuh yang ada di bawahnya (tulang dan otot)

PARU-PARU


Paru-paru merupakan organ yang sangat vital bagi kehidupan manusia karena tanpa paru-paru manusia tidak dapat hidup. Dalam Sistem Ekskresi, paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan Karbondioksida (CO2) dan Uap Air (H2O).







HATI

Hati merupakan “kelenjar” terbesar yang terdapat dalam tubuh manusia. Letaknya di dalam rongga perut sebelah kanan. Berwarna merah tua dengan berat mencapai 2 kilogram pada orang dewasa. Hati terbagi menjadi dua lobus, kanan dan kiri.

Zat warna empedu hasil perombakan sel darah merah yang telah rusak tidak langsung dikeluarkan oleh hati, tetapi dikeluarkan melalui alat pengeluaran lainnya. Misalnya, akan dibawa oleh darah ke ginjal dan dikeluarkan bersama-sama di dalam urin.


GINJAL

Ginjal merupakan organ ekskresi karena mengeluarkan zat sisa berupa Urine. Urine manusia yang serat terdiri atas sebagian besar air, garam-garam mineral, urea (amoniak), dan zat-zat
yang beracun lainnya.

Struktur ginjal terdiri dari:
-Kulit ginjal (korteks)
-Sumsum ginjal (medula)
-Rongga ginjal (pelvis).

Pada bagian kulit ginjal terdapat jutaan nefron yang berfungsi sebagai penyaring darah. Setiap nefron tersusun dari Badan Malpighi dan saluran panjang (Tubula) yang bergelung. Badan Malpighi tersusun oleh Simpai Bowman (Kapsula Bowman) yang didalamnya terdapat Glomerolus.

Korteks
Bagian ini terdiri dari berjuta-juta nefron. tempat untuk proses penyaringan darah.
nefron terdiri atas badan malpigi, terdiri atas Kapsula Bowman dan Glomerolus.

Medula
Bagian tengah ginjal yang akan dilalui oleh Urine sekunder.

Pelvis
Merupakan bagian ginjal yang paling dalam, tempat penampungan urine sementara.
Ureter adalah saluran yang menghubungkan antara ginjal dengan kantung kemih. Kantung kemih adalah tempat penampungan Urine sebelum di buang. Uretra adalah saluran yang menghubungkan antara kantung kemih dengan alat kelamin.
Proses Pembentukan Urine

1. Penyaringan (filtrasi)

Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi di kapiler glomerulus. Sel-sel kapiler glomerulus yang berpori (podosit), tekanan dan permeabilitas yang tinggi pada glomerulus mempermudah proses penyaringan. Selain penyaringan, di glomelurus juga terjadi penyerapan kembali sel-sel darah, keping darah, dan sebagian besar protein plasma. Bahan-bahan kecil yang terlarut di dalam plasma darah, seperti glukosa, asam amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat dan urea dapat melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan. Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrat glomerolus atau urin primer, mengandung asam amino, glukosa, natrium, kalium, dan garam-garam lainnya

2. Penyerapan kembali (reabsorbsi)

Bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap kembali di tubulus kontortus proksimal, sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea. Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Gula dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi, sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Penyerapan air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal. Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Zat amonia, obat-obatan seperti penisilin, kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan bersama urin. Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah, misalnya urea.

3. Augmentasi

Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal. Dari tubulus-tububulus ginjal, urin akan menuju rongga ginjal, selanjutnya menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. Jika kantong kemih telah penuh terisi urin, dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Urin akan keluar melalui uretra. Komposisi urin yang dikeluarkan melalui uretra adalah air, garam, urea dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin.

No comments:

Post a Comment